login

Showing all 3 movies
Sort By:

Darah dan Doa atau Long March of Siliwangi, karya Usmar Ismail (20 Maret 1921 - 2 Januari 1971), adalah film pertama yang disutradarai dan diproduksi perusahaan film Indonesia (Perfini). Maka pengambilan gambarnya yang pertama pada Kamis, 30 Maret 1950, kemudian dijadikan rujukan dan landasan bagi Pemerintah untuk menetapkannya sebagai Hari Film Nasional (1999). Film hitam putih yang baru dirilis pada Jumat, 1 September 1950, ini mengisahkan perjalanan pulang prajurit Divisi Siliwangi, yang dipimpin Kapten Sudarto (diperankan Del Juzar), dari Jogjakarta menuju Jawa Barat. Di tengah perjalanan, Sudarto dan sahabatnya, Adam, tak hanya harus melawan penjajah Belanda, tapi juga para pemberontak di daerah.

 

Dalam beberapa peristiwa, Kapten Sudarto, yang telah kehilangan anaknya akibat revolusi, digambarkan sebagai seorang peragu dalam pengambilan keputusan. Alih-alih ditokohkan sebagai pahlawan, film ini justru lebih menyoroti Sudarto sebagai manusia dengan banyak kekurangan, termasuk pengkhianatan. Sudarto terlibat perselingkuhan dengan dua orang perempuan: seorang perempuan keturunan Jerman, dan Widya, seorang perawat, padahal Sudarto sudah memiliki istri. Film ditutup dengan ditembak matinya Sudarto oleh anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), organisasi yang ikut ditumpasnya pada pemberontakan di Madiun 1948. Padahal, operasi penumpasan di Madiun, itu sejatinya ditentang oleh Sudarto, karena baginya itu merupakan perang melawan bangsa sendiri.

 

 

  Senjata dan Pembunuhan

Run time: 128 menit Release: 1 September 1950

Stars: Aedi Moward Awaluddin Jamin Del Juzar Ella Bergen Faridah Rd Ismail Suzzana

Film tentang sejarah perjuangan rakyat Aceh melawan tentara Belanda, ini diproduksi pada 1986. Pertama kali tayang pada 1988, di ajang Festival Film Indonesia (FFI), film ini memenangi predikat Film Terbaik. Erros sendiri memenangi predikat Terbaik sebagai Sutradara, Penulis Skenario,  dan Penulis Cerita Asli. Sementara Christine Hakim sebagai Aktris Terbaik, George Kamarullah (Sinematografi Terbaik), Benny Benhardio (Penata Artistik Terbaik), dan Idris Sardi (Penata Musik Terbaik ). 

 

Setelah tersimpan lama, film ini pada 2018 berhasil direstorasi dan dilakukan digitalisasi di Belanda. Kini  film Tjoet Nja’ Dhien (TND) yang durasinya dikurangi dari awalnya 150 menit menjadi 110 menit, itu diedarkan kembali ke tengah masyarakat untuk menyampaikan pesan – pesan moral ihwal rasa nasionalisme, loyalitas, dan keteguhan hati dengan semangat fisabillillah (jihad di jalan Allah). Sebuah film monumental karya pertama musisi Erros Djarot sebagai sutradara dan penulis skenario. LSF mengklasifikasikan film ini untuk penonton usia 13 Tahun keatas.

Run time: 110 menit Release: Mei 2021

Stars: Christine Hakim Phietrajaya Burnama Rudy Wawor Slamet Rahardjo

Film Kadet 1947 menceritakan tentang para kadet angkatan udara di Maguwo, Jogjakarta, bernama Sigit (Bisma Karisma), Mul (Kevin Julio) Adji (Marthino Lio) dan Har (Omara Esteghlal). Mereka ingin mencoba ikut mempertahankan Proklamasi kemerdekaan Indonesia dari agresi militer Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia pada 1947. Para kadet itu sesungguhnya belum bisa ikut berperang karena statusnya masih taruna alias kadet. Mereka hanya membantu para seniornya. Mereka juga belum bisa menerbangkan pesawat.

Sigit, yang mengetahui di desanya ada pesawat Jepang yang jatuh, mencoba mengajak kawannya untuk mengambil mesin pesawat tersebut. Kisah patriotis para kadet ini diilhami peristiwa serangan udara pertama Angkatan Udara Republik Indonesia yang dilakukan oleh para kadet (calon penerbang Angkatan Udara) terhadap markas pertahanan Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa pada 29 Juli 1947.

LSF mengklasifikasikan film tentang pendidikan bela negara ini untuk usia penonton Semua Umur (SU).
Run time: 111 Menit Release: 25 November 2021

Stars: Bisma Karisma Chicco Kurniawan Fajar Nugra Kevin Julio Marthino Lio Omara Esteghlal Wafda Saifan