LSF Beri Piagam Penghargaan ke Keluarga Usmar Ismail
Jakarta -- LEMBAGA Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) memberikan piagam penghargaan kepada keluarga Usmar Ismail, sutradara film Darah dan Doa sebagai Film Nasional Pertama. Sekaligus menetapkan film ini lulus sensor dengan penggolongan usia 17 tahun ke atas.
Hal itu dilakukan usai digelarnya kegiatan “LSF Nonton Film Indonesia 2026” di bioskop Starium CGV, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Di mana para peserta diajak menonton bersama film besutan Usmar Ismail yang merupakan Bapak Perfilman Indonesia tersebut.
Ketua LSF Naswardi menekankan bahwa pemberian piagam penghargaan itu sebagai wujud untuk mempertemukan generasi masa kini dengan warisan sejarah perfilman yang harus terus dijaga.
”Sebagai tonggak sejarah perfilman nasional Indonesia dengan masa era keemasan, era prestasi, dan era perfilman saat ini yang sangat kita banggakan. Kita menikmati bagaimana karya monumental dari Bapak Perfilman Indonesia Bapak Haji Usmar Ismail bisa kembali kita nikmati," ungkapnya.
Nureddin Ismail, putra pertama Usmar Ismail yang menerima piagam penghargaan mengungkapkan rasa terima kasih kepada LSF atas apresiasi yang telah diberikan. “Dengan harapan, semoga perfilman Indonesia semakin baik lagi,” kata dia.
Kegiatan yang dibuka Menteri Kebudayaan Fadli Zon ini menjadi rangkaian dari Hari Film Nasional (HFN) 2026 yang jatuh setiap 30 Maret, yang telah dicanangkan Presiden Ketiga RI BJ Habibie lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1999. Di mana pada tanggal tersebut 76 tahun yang lalu dimulai syuting film Darah dan Doa yang menjadi tonggak sejarah lahirnya perfilman Indonesia. (Rosalinda/Nuz)