Laporan Detail Chart Hasil Online Survei LSF RI dan Pemahaman Gerakan Sensor Mandiri 2018 bagi Konsumen dan Produsen Film
Media sosial merupakan bagian dari media komunikasi yang digunakan masyarakat pada zaman modern ini. Dalam penggunaan media sosial dibutuhkannya adanya saringan atau edukasi untuk memilah kata yang pantas untuk disampaikan oleh netizen. Saringan berupa sensor mandiri ini dibutuhkan bagi netizen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan meda sosial. Lembaga Sensor Film RI memiliki peran utama dalam mengedukasi dan mengajarkan mengenai sensor mandiri kepada netizen sehingga kemudian menjadi sebuah budaya baru dalam menonton, melihat, berinteraksi dan membuat konten di media digital.
Tujuan survei ini adalah untuk mengumpulkan data awal dan rekam Jejak persepsi netizen lndonesia terhadap program Budaya Sensor Mandiri (BSM) dan LSF RI sebagai institusi pemberi layanan, untuk menjadi bagian dari Evaluasi Program 2018, untuk pembentukan 4 indikator keberhasilan kegiatan BSM, sentralisasi Indikator Kinerja Utama Program BSM ke website lsf.go.id dengan mengukur interaksi dan lalu lintas kata kunci, serta untuk memformulasikan program kerja BSM yang dinamis. Survei dilakukan secara digital melalui email blast dengan Mailchip, Youtube Ads, promo dari influencer Twitter, promo dari influencer blogger, Whatsapp/LINE referral code, Facebook Fanpage Promo, dan website homepage promo ivibesmedia.com dengan total sebanyak 5,093 responden.
Secara nasional, cakupan program sosialisasi yang dilakukan oleh LSF RI sangat positif, dimana DKI JAKARTA sebagai kota dengan populasi pengguna internet terbesar di Indonesia memberikan kontribusi jumlah responden yang cukup signifikan yakni 2,400 Responden (48,09%). Data yang diperoleh E-survei ini menunjukkan bahwa ada benang merah antara kegiatan sosialisasi program BSM secara offline dengan jumlah responden yang terpapar e-survei ini secara online. Rekomendasi untuk tahun 2019 adalah membuat kegiatan sosialisasi yang berbeda dengan mengedepankan engagement yang lebih personal dan mengena pada generasi milenial.