Mama Culla adalah maskot LSF yang terinspirasi dari filosofi induk badak Jawa dalam melindungi anaknya. Nama Mama Culla merupakan akronim dari MAsyarakat sensor MAndiri: Sadar dan Cerdas Untuk MemiLah-MemiLih Film sesuai Klasifikasi UsiA, yang menjadi pesan utama dalam sensor mandiri.
Mama Culla adalah sosok ibu muda milenial: modern, peduli pada anak, dan bijak dalam mengambil keputusan, sekaligus hangat dan dekat dengan keluarga Indonesia. Digambarkan sebagai sosok mama milenial yang dekat dengan keseharian masyarakat, khususnya orangtua muda, untuk mengingatkan pentingnya memilah dan memilih tontonan yang sesuai usia.
Ia hadir sebagai pengingat yang bersahabat, agar masyarakat sadar dan cerdas dalam memilih tontonan sesuai usia serta merepresentasikan peran seorang ibu yang penuh kepedulian, protektif, dan bijak. Sekaligus menjadi simbol edukasi bagi keluarga Indonesia agar meningkatkan sikap sadar dan cerdas dalam memilah dan memilih film dan iklan film yang akan ditonton oleh anak dan keluarga.
Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) dipilih sebagai maskot Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) karena merupakan satwa endemik Indonesia yang dilindungi dunia sekaligus merepresentasikan nilai-nilai budaya sensor mandiri.
Filosofi yang melekat pada karakter badak Jawa selaras dengan visi LSF, diantaranya kekuatan, kekokohan, dan kecepatan yang merepresentasikan semangat pelayanan penyensoran dan percepatan sosialisasi sensor mandiri.
Lebih dari itu, sifat induk badak sebagai mamalia raksasa yang protektif dalam melindungi anaknya dari ancaman dengan cara menutupi jejak dan memastikan keamanan persembunyian. Karena itu anak-anak perlu dijaga dari tontonan yang tidak sesuai usia, sementara orang dewasa dituntut memiliki kesadaran untuk memilah dan memilih tontonan sesuai klasifikasi usia.
Senyum
Ceria
Salam Literasi
Mengajak