Rumah Produksi Ajak LSF Edukasi Film ke Sekolah
Jakarta, 4 Agustus 2026 – SALAH satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan literasi perfilman adalah melalui kegiatan kunjungan sosialisasi ke lembaga-lembaga pendidikan. Sebagai bagian dari kampanye Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) yang diinisiasi Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) untuk menggugah kalangan muda atas pentingnya menonton sesuai usia.
Hal itu pula yang disepakati kalangan rumah produksi, salah satunya Imperial Pictures yang mengajak LSF RI menghadirkan edukasi perfilman melalui kegiatan yang direncanakan akan digelar di sekolah-sekolah di kawasan Jabodetabek.
"Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tapi juga memberikan edukasi kepada para pelajar. Karena itu, kami berharap LSF dapat berpartisipasi sebagai narasumber dalam roadshow yang akan kami selenggarakan," papar Produser Imperial Pictures Hartawan Triguna saat melakukan audensi ke kantor LSF RI, Jakarta, Selasa (4/7).
Ketua LSF RI Naswardi menyambut baik rencana tersebut yang dinilainya tidak hanya menjadi ruang untuk meningkatkan literasi perfilman, tapi sekaligus pemahaman terhadap pelajar mengenai pentingnya klasifikasi usia penonton. "Fungsi LSF tidak hanya penyensoran, tetapi juga pembinaan melalui literasi dan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perfilman," jelasnya.
Selain membahas peluang keterlibatan LSF dalam kegiatan edukasi, diskusi juga mengulas pentingnya penyensoran sebagai bentuk kepastian hukum bagi sebuah film sebelum diedarkan kepada masyarakat. LSF turut memperkenalkan berbagai pengembangan layanan yang tengah dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelaku industri perfilman. (Michelle Pangaribuan/Tin)