LSF Pilih 5 Agen Perubahan
Jakarta, 15 September 2026 – SETELAH meraih penghargaan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF-RI) bertekad untuk mengoptimalisasikan dan memperkuat layanan informasi publik.
Untuk itu, LSF menggelar sayembara agen perubahan yang diikuti oleh 20 peserta yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan kerjanya.
Tujuannya untuk menampung aspirasi semua unit kerja melalui pembuatan proposal yang inovatif yang dinilai berdasarkan presentasi dan wawancara selama dua hari. “Dari 20 peserta ini, akan diambil lima agen perubahan,” jelas Kepala Sekretariat LSF Titik Umi Kurniawati, di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Lima pemenang akan diaplikasikan ke unit kerja untuk menunjang tugas pelaksanaan visi dan misi serta tugas pokok dan fungsi Sekretariat LSF dengan pelayanan yang lebih maksimal dan optimal.
Presentasi dibagi menjadi dua; pertama, agen Sistem Informasi Cuti dan Kehadiran Terintegrasi Elektronik (SICUTE), Gerakan Meja Bersih dan Layar Aman, Sistem Asistensi Pelayanan dan Informasi Lembaga Sensor Film (SAPEI), Studio Sensor, Kebagian Informasi Internal (KEFOIN), Gerak, Senyum, Respon (GESER) yang dilakukan Senin (14/9/2026).
Sementara bagian kedua, agen Pemantauan QR Code dalam Apresiasi Pemantauan Masyarakat Terhadap Tayangan Bioskop, Cek Kebersihan Area Kantor (CKAK), Validasi Berjenjang (ValiJang), Sarana Pebgembangan dan berbagi ilmu Pengetahuan di Sekretarian Lembaga Sensor Film (R.o.SS.Ne.S) dan Green Office dilaksanakan Selasa (15/9/2026).
“Untuk tetap mempertahankan ZI-WBK, lembaga harus terus melahirkan agen-agen untuk mengaktualisasikan apa yang sudah kita lakukan selama ini dalam memperjuangkan ZI-WBK,” papar Umi. (Talitha Rahma/Tin)