Na Willa
Di sebuah gang kecil di Surabaya pada era 1960-an, dunia terbentang seperti langit yang belum selesai digambar. Di sanalah Na Willa (Luisa Adreena) hidup di antara suara radio tua yang tampak ajaib di matanya. Langit yang terlalu biru untuk dipercaya, debu yang menari di sela cahaya, dan tawa teman-teman yang mengambang seperti doa-doa kecil yang belum sempat dipanjatkan. Di rumah, ada Mak (Irma Rihi) perempuan yang wajahnya lembut namun matanya menyimpan kekuatan. Mak bukan hanya penjaga rumah, melainkan penenun ketenangan. Dari tangannya yang hangat, Willa belajar tentang sabar, tentang merapikan luka kecil tanpa banyak kata, dan tentang mencintai hidup meski dunia kadang tak sepenuhnya jujur. Dalam pelukan Mak, Willa menemukan tempat pulang yang tak pernah berubah.
Na Willa adalah kisah tentang masa kecil yang pelan namun penuh arti. Tentang keberanian memandang hidup dengan jujur, tentang imajinasi yang menjadi pelindung, dan tentang kenangan yang kelak akan tumbuh menjadi rindu. Sebuah perjalanan sunyi namun hangat, yang mengajak kita kembali menjadi anak-anak, walau hanya sejenak. Lembaga Sensor Film mengklasifikasikan film ini untuk penonton semua umur (SU).(fas)