Don’t Follow Me
Don’t Follow Me (No Me Sigas) mengisahkan tentang konten kreator bernama Carla (Karla Coronado) yang hidupnya perlahan berubah menjadi teka-teki, ketika ia merasa terus diikuti oleh sosok tak dikenal. Awalnya ia mengira itu hanya perasaan cemas biasa, namun kejadian-kejadian aneh mulai bermunculan: bayangan di cermin, hingga orang-orang di sekitarnya yang bertingkah ganjil. Dalam upayanya mencari kebenaran, ia justru terseret ke dalam lapisan realitas yang kabur antara ingatan, trauma, dan kemungkinan bahwa ancaman tersebut berasal dari sesuatu yang lebih dekat daripada yang ia bayangkan.
Film ini menggunakan pendekatan atmosferik dan psikologis, memadukan elemen thriller dengan horor eksistensial yang membuat penonton terus mempertanyakan apa yang nyata. Penggunaan sudut kamera yang sempit dan pencahayaan redup memperkuat rasa terjebak dalam pikiran karakter utama. Selain itu, narasi film sengaja dibuat ambigu, sehingga membuka banyak interpretasi. Menariknya, Don’t Follow Me juga menjadi salah satu film berbahasa Spanyol yang berhasil masuk dan ditayangkan di bioskop Indonesia, menambah keragaman tontonan internasional bagi penonton lokal. LSF mengklasifikasikan film ini untuk penonton usia 17 tahun ke atas. Bijaklah memilah dan memilih film sesuai klasifikasi usia. (fas)