The Doll Ghawiah
Pada 1988, Pasangan Arya (Darius Sinathrya) dan Evi (Titi Kamal), meninggalkan Jakarta pindah ke kawasan Babakan Siliwangi, Bandung, bersama kedua putri mereka, Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane). Kepindahan itu ternyata menjadi awal dari munculnya pelbagai terror dari boneka Ghawiah milik Uci (Fara Shakila). Uci adalah anak perempuan yang tewas bersama Ayah (Rendi Khrisna) dan Ibunya (Putri Patricia), akibat korban tabrak lari. Bersama paranormal Laras (Sara Wijayanto), keluarga itu berusaha memutus dendam boneka Ghawiah sebelum mereka menjadi korban.
Film The Doll Ghawiah hadir setelah rangkaian film sebelumnya yang dirilis pada 2018. Jika film terdahulu disutradarai Rocky Soraya, kali ini sutradaranya adalah Guntur Soeharjanto. Guntur sebelumnya menyutradarai sejumlah film, antara lain, 99 Cahaya di Langit Eropa, Ranah 3 Warna dan film horor Lampor: Keranda Terbang, Makmum 2, Suzzanna: Malam Jumat Kliwon, hingga Panggonan Wingit. Pergantian sutradara tersebut sekaligus membawa pendekatan baru dalam pengembangan cerita The Doll. Film The Doll Ghawiah yang menggunakan teknologi Robotic untuk menggerakkan Boneka Ghawiah, ini oleh LSF diklasifikasikan untuk penonton usia 17 tahun ke atas. Bijaklah memilah dan memilih film sesuai klasifikasi usia. (air)