Cinta dan Sejarah
Fatih Fatahillah (Adzando Chrisdavema), pewarta media kampus, berniat melamar Fatimah Alfihri (Andena Surya Zabrina). Namun ayah Fatimah memberinya syarat tak biasa. Fatih harus menemukan manuskrip sejarah yang hilang milik ulama A. Hassan (David Chalik) dalam waktu 40 hari. Fatih pun menelusuri keberadaan manuskrip itu bersama tim media kampusnya, dari Bandung hingga Pasuruan, sambil tetap menyembunyikan tujuan pribadinya. Perjalanan itu membawanya pada pelbagai petunjuk, pertemuan tak terduga, serta pilihan rumit yang menguji kejujuran, tanggung jawab, dan keteguhan hatinya. Di tengah tekanan tenggat waktu, tuntutan tugas jurnalistik, dan kehadiran sosok lain yang juga dekat dengan Fatimah, Fatih harus menentukan: memperjuangkan cinta atau menuntaskan jejak sejarah yang diyakininya memiliki makna lebih luas.
Cinta dan Sejarah merupakan karya kolaboratif antara Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) dan Legend Production House yang mengangkat perjalanan sejarah Persis serta perjuangan pemikiran A. Hassan ke layar lebar. Disutradarai Teddy Tardiana, film ini menjadi produksi pertama yang secara khusus menjadikan sejarah PERSIS sebagai latar utama cerita. Melalui film ini, penonton diajak mengenal lebih dekat nilai-nilai perjuangan dakwah dan warisan intelektual Islam dengan media visual. LSF mengklasifikasikan film ini untuk penonton usia 13 tahun ke atas. (ynp)