LSF Ajak Siswa Bekasi Kenali Budaya Sensor Mandiri
Bekasi, 28 September 2026 – UNTUK meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya memilih dan memilah tontonan, Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF-RI) menggelar kegiatan LSF Goes to School 2026 di SMP Al Fajar, Jatiasih, Bekasi, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) yang memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya memilih dan memilah tontonan sesuai dengan klasifikasi usia.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pengisian pre-test, dan pemutaran Iklan Layanan Masyarakat (ILM) LSF. Setelah itu, siswa mengikuti sesi literasi GNBSM bersama Ketua Subkomisi Sosialisasi LSF, Titin Setiawati. Dalam penyampaiannya, Titin mengingatkan siswa agar mulai membiasakan diri memilih dan memilah tontonan yang sesuai dengan usia. “Sedari dini kalian sudah harus bisa menyensor tontonan yang akan kalian tonton. Jangan sampai usia kalian masih 13 tahun, tetapi menonton film dengan klasifikasi usia 21 tahun,” ujar Titin.
Selain membahas budaya sensor mandiri, kegiatan juga diisi dengan materi mengenai menjadi filmmaker yang sehat dan promosi film Ghosting. Siswa juga mendapat kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber mengenai budaya sensor mandiri dan dunia perfilman. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kuis interaktif untuk melihat pemahaman siswa setelah mengikuti materi.
Melalui LSF Goes to School 2026, LSF berharap budaya sensor mandiri dapat mulai diterapkan sejak dini di lingkungan sekolah. Peserta didik diharapkan mampu memahami klasifikasi usia dan membiasakan diri memilih serta memilah tontonan sesuai dengan usianya, sehingga dapat menjadi penonton yang lebih bijak dan bertanggung jawab. (Michelle Pangaribuan/Tin)