Fadli Zon Tegaskan Komitmen Negara Perkuat Ekosistem Kebudayaan
Jakarta – PEMERINTAH menegaskan komitmennya dalam memajukan kebudayaan nasional sebagai arah strategis pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan, adaptif, dan berdaya saing global.
Hal itu, seperti diungkapkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menggelar kegiatan “Refleksi 2025 Kebijakan 2026”, di Jakarta, Kamis (8/1/2026), berlandaskan Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Di mana kebudayaan diposisikan sebagai penguat identitas bangsa sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan yang dihadiri pejabat dan pegiat kebudayaan ini, dia menegaskan, kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan daya hidup masyarakat yang terus berkembang dan membentuk identitas bangsa seiring perubahan zaman.
“Melalui penguatan ekosistem seni, pelestarian cagar budaya dan museum, pemanfaatan digitalisasi, serta diplomasi kebudayaan di tingkat internasional, negara berkomitmen menghadirkan kebudayaan sebagai sumber kesejahteraan, ruang dialog publik, dan kekuatan pemersatu masyarakat Indonesia yang beragam,” papar Fadli.
Pemerintah pun, lanjutnya, terus memperkuat ekosistem seni dan budaya melalui revitalisasi berbagai cagar budaya dan situs bersejarah, seperti masjid, gereja, makam, candi, museum, serta kawasan budaya di berbagai daerah. Upaya ini bertujuan menjaga nilai sejarah sekaligus meningkatkan pemanfaatan ruang budaya oleh masyarakat.
Untuk itu, Kemenkebud akan terus mengembangkan kerja sama bilateral maupun multilateral, partisipasi dalam forum internasional, serta program pertukaran dan residensi budaya.
“Di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi, digitalisasi kebudayaan menjadi peluang strategis untuk memperluas akses publik, memperkuat dokumentasi, serta memastikan nilai dan makna budaya tetap relevan bagi generasi masa depan,” imbuh Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha. (Ahmad Fayi Zulfahmi/Nuz)