JOKER768: DEMO SLOT TERLENGKAP 2024 SLOT DEMO DAFTAR SEKARANG
JOKER768 >> INFO SITUS SLOT DANA TANPA POTONGAN 5000 TERBAIK
Joker768: Info Situs Slot Gacor Hari Ini Gampang Menang Dengan Scatter Hitam Di Joker768
RAJA768👑Situs Slot thailand Gacor Hari ini Rekomendasi Cuan JP Mudah 2024
RAJA768: SLOT GACOR THAILAND YANG MENAWARKAN MAXWIN DAN DEMO TERBARU
LSF Ungkap Laporan Kinerja 2023, Loloskan 41 Ribu Film – Lembaga Sensor Film Republik Indonesia

login

LSF Ungkap Laporan Kinerja 2023, Loloskan 41 Ribu Film

Lembaga Sensor Film (LSF) mengungkapkan laporan kinerjanya selama 2023. Sepanjang tahun tersebut, LSF sudah menyensor 41 ribu judul film dan iklan film.

Hal ini disampaikan oleh ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto. Sekiranya ada 41.491 judul film dan iklan film yang lulus sensor sepanjang 2023.

“Jangan bayangkan semua film layar lebar yang 90, 120 menit itu ada iklan yang hanya 15 detik, 30 detik, 60 detik,” kata Rommy dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/6).

Jumlah tersebut membuktikan bahwa LSF tidak pernah tak meloloskan film yang masuk. Sebab, selain penyensoran, LSF juga berusaha membangun dialog dengan para pihak yang berkaitan.

“Karena memang LSF ini pendekatannya itu dialog,” ungkap Rommy.

Rommy menjelaskan bahwa proses dialog dilakukan ketika ada film yang dinilai melanggar regulasi. LSF dalam hal ini berupaya membangun dialog agar pihak rumah produksi bisa mempertimbangkan mana adegan yang harus disisihkan dalam film mereka.

“Misalnya yang paling jelas dan terang ada adegan unsur ketelanjangan, tentu ini melanggar Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi,” tutur Rommy.

“Nah, yang bersangkutan bisa memotong sendiri adegannya, bisa mengganti adegan yang lain, bisa juga tergantung posisi blocking kameranya,” tambahnya.

Setelah itu, pihak LSF memberikan waktu untuk rumah produksi melakukan revisi. LSF juga benar-benar memastikan agar hasil revisi tersebut memenuhi klasifikasi usia film itu.

“Nah, begitu mereka sudah selesai merevisi sendiri kemudian dikirimkan balik ke LSF, kami sensor lagi. ‘Oke sudah aman,’ ya sudah kemudian kita luluskan film tersebut,” ucap Rommy.

Rommy menambahkan bahwa LSF tak lagi hadir dengan sekadar penolakan terhadap karya. Proses dialog dinilai efektif untuk menghadirkan tontonan yang berkualitas bagi publik.

“Jadi suasana kebatinannya itu bukan suasana kebatinan menolak film, tetapi bagaimana membuat film itu bisa didekati dengan pendekatan regulasi yang ada,” ujarnya.

Selain hasil kinerja 2023, Rommy juga menjelaskan mengenai Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK) di Lingkungan Lembaga Sensor Film.

“Karena pencanangan ini bukan hanya kemauan kami saja tapi sudah tuntutan kementerian dan lembaga lingkungan pemerintah RI,” tandasnya.

sumber link https://kumparan.com/kumparanhits/22rhVZdGgGZ/full?utm_source=Mobile&utm_medium=wa&shareID=Bnb1FLzyrlWy