Sadali
Sadali (Ajil Dito) adalah mahasiswa seni yang tenang, jujur, apa adanya, dan tidak banyak bicara. Pikirannya penuh perenungan tentang hidup, cinta, dan kesendirian. Ia kerap terjebak dalam kenangan dan perasaan yang tak pernah benar-benar selesai. Terutama tentang perempuan bernama Mera (Adinia Wirasti), yang begitu berarti baginya. Mera pernah hadir sebagai cahaya sekaligus luka dalam hidupnya. Pertemuan mereka tumbuh menjadi kedekatan yang hangat, namun perlahan dipenuhi jarak, keraguan, dan kenyataannya tidak semua cinta bisa dimiliki sepenuhnya. Bahkan cukup dikenang dalam diam, sebelum akhirnya harus dilepaskan,
Sadali yang lahir dari semesta khas Pidi Baiq, kuat dengan monolog batin, humor sunyi, dan kalimat-kalimat reflektif tentang cinta serta kehilangan. Film yang berusaha menerjemahkan rasa “sepi” dan pikiran tokohnya ke dalam medium visual, ini oleh Lembaga Sensor Film diklasifikasikan untuk penonton usia 13 tahun ke atas. (fas)