Pelangi di Mars
Bumi tahun 2090 dilanda krisis air bersih, dan sumber daya vital dikuasai korporasi Nerotek. Untuk mencari solusi, Pratiwi (Lutesha) dikirim ke Mars mencari Zeolit Omega, mineral yang diyakini dapat memurnikan air. Selama misi, Pratiwi diketahui hamil dan melahirkan Pelangi (Messi Gusti), manusia pertama di Mars. Setelah ditinggalkan manusia, Pelangi tumbuh sendirian di Mars ditemani robot rusak yang dianggapnya keluarga. Ia pun memulai pencarian berbahaya Zeolit Omega, sekaligus menemukan makna persahabatan, keberanian, dan harapan untuk menyelamatkan Bumi, serta bertemu Banyu, ayahnya (Rio Dewanto).
Upie Guava, sutradara, penulis skenario dan penata kamera, ini dikenal karena karya dokumenter dan video musik, khususnya dokudrama Kemarin (2020). Film Pelangi di Mars adalah debutnya sebagai sutradara film panjang. Mengeksplorasi tema antariksa, genre yang belum digarap industri perfilman Indonesia, LSF mengklasifikasikan film ini untuk penonton usia Semua Umur (SU). (poc)