Keluarga Tak Berencana
Sanca Bhakti (Lukman Sardi), mantan penyanyi sohor yang dikenal sebagai Romeo Kaleng, meninggalkan dunia musik demi keluarganya dan kini hidup sederhana. Ketika istrinya, Rima (Lulu Tobing), mengidap kanker stadium lanjut dan putrinya, Gendis (Tatjana Saphira), mengetahui kondisi sang ibu, konflik keluarga pun tak terhindarkan. Gendis menyalahkan Sanca yang dianggap gagal menjadi ayah dan suami. Menjelang akhir hidupnya, Rima meminta Sanca kembali bernyanyi demi memerbaiki hubungannya dengan Gendis. Namun, kembalinya Sanca sebagai Romeo Kaleng justru membuka kembali luka lama dan rahasia besar yang selama bertahun-tahun disembunyikan.
Sutradara Kuntz Agus dikenal melalui karya-karyanya seperti Surga yang Tak Dirindukan (2015), Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (2025), dan Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan (2026). Pengalaman tersebut memiliki keterkaitan erat dengan tema film Keluarga Tak Berencana. Film ini berfokus pada dinamika keluarga, pengorbanan orang tua, luka masa lalu, serta mengeksplorasi konflik dan emosi dalam menghidupkan cerita yang lebih humanis dan menyentuh. LSF mengklasifikasikan film Keluarga Tak Berencana ini untuk penonton usia 17 tahun ke atas. Bijaklah memilah dan memilih film sesuai klasifikasi usia. (aza)