Juminten Edan
Manto (Dimas Aditya) diminta oleh ibunya, Salma (Anne J Coto) kembali ke kampung untuk meneruskan usaha pembuatan garam milik keluarganya. Manto lalu mengajak istrinya, Juminten (Meisya Amira) dan anaknya, Saskia (Sharon Jovian). Sesampai di kampung. Juminten yang tunawicara ternyata mengalami gangguan mistis. Namun, karena kesulitan berkomunikasi dengan ibu mertua, dan paman Marlan (Kukuh Prasetyo), Juminten yang dianggap mengalami gangguan jiwa, itu pun coba diobati oleh dukun Kadir (Deden Bagaskara).
Sutradara Dedy Mercy mengawali karier penyutradaraannya pada 2004 dengan menggarap serial tv dan film televisi, termasuk Serial Gajah Mada produksi MD Entertainment sebanyak 178 episode. Pada 2014, ia menyutradarai film pertamanya Hantu Merah Casablanca, merangkap produser eksekutif. Sementara Jonathan Ozoh memulai karier filmnya sebagai figuran pada 1988, sebelum kemudian menjadi stunt fighter, stuntman, aktor, pencatat adegan, hingga pengarah laga film Syirik:Danyang Laut Selatan (Hestu Saputrra - 2025). LSF mengklasifikasikan film Juminten Edan ini untuk penonton usia 17 tahun ke atas. Bijaklah memilah dan memilih film sesuai klasifikasi usia. (nmn)